Oleh : Afsari Mutiara Maulida Putri
Tanggal Upload : 31 Desember 2016
Usia Si Kecil : 5 Tahun
Memancing Hasil Karyaku Sendiri bersama Chil-Go
Tipe Kecerdasan:
Kecerdasan visual spasial merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar dengan gambar-gambar, memahami bentuk, pola, posisi, dan ruang suatu objek, termasuk untuk berpikir secara kreatif.

Terdengar alunan musik saat saya berjalan menghampiri Affan. Ternyata suara itu berasal dari mainan pancing ikan milik Affan yang sudah lama. Alat pemutar ikannya masih bagus, tetapi ikan-ikannya sudah banyak yang rusak. Memang, bahan plastik mainan ikannya tipis dan rapuh sehingga mudah lepas dan patah.

Affan bertanya,”Ikannya mana ya Bunda? Affan mau pancing.”

“Emm.... Sudah banyak yang rusak Sayang, tidak bisa dipakai lagi.” Jawab saya.

Affan memandangi mainan itu dengan wajah yang sedih, tiba-tiba saja terbesit ide untuk membuat ikan-ikanan sendiri.

“Wah... Bagaimana kalau kita membuat ikan-ikanan sendiri, Sayang?” Kata saya.

“Ya, mau!” Seru Affan dengan semangat.

“OK, Affan mau bantu Bunda?”

“Iya mau Bunda.”

“Terimakasih Sayang”

Kami pun segera mempersiapkan alat dan bahan yang kebetulan sudah tersedia di rumah.

Alat dan Bahan:

1. Malam mainan atau Clay secukupnya.

2. Kertas dari koran atau flip-chart bekas secukupnya yang dipotong atau dirobek kecil-kecil.

3. Lem putih PVAc yang sudah dicampur air dengan perbandingan 1:1.

4. Paperclip.

5. Cat poster.

6. Spidol hitam.

7. Manik-manik kecil berbentuk mata yang biasa digunakan untuk boneka.

8. Kuas untuk lem.

9. Kuas untuk cat.

(Perlu diperhatikan bahwa bahan-bahan yang digunakan sebaiknya dipilih yang aman bagi anak dan balita)

 

Cara membuat:

1. Bentuk malam atau clay menyerupai mainan ikan sebelumnya atau ukurannya bisa diperkirakan sebesar lubang mainan pancing ikan.

2. Masukkan paperclip di bagian tengah mulut ikan. Biarkan setengah bagian paperclip menonjol keluar agar mudah dipancing oleh pancingan magnet.

3. Lapisi ­clay ikan dengan pasta lem dan air serta potongan kertas. Caranya dengan mencelupkan kuas ke dalam pasta lem lalu tempelkan potongan kertas menyelimuti seluruh bagian clay ikan dengan menggunakan kuas. Fungsi pelapisan ikan dengan lem dan kertas, agar bentuk ikan tetap (tidak berubah-ubah).

4. Biarkan hingga mengering.

5. Warnai ikan-ikan tersebut dengan cat poster. Pilih warna-warna yang cerah dan menarik.

6. Biarkan mengering.

7. Setelah kering, gambar mata ikan dengan spidol hitam atau tempel manik-manik mata dengan menggunakan lem putih.

8. Untuk ikan-ikanan yang rusak, kita dapat memperbaikinya dengan hanya menambahkan clay pada bagian yang rusak, misalnya bagian kepala ikan. Lalu ikuti langkah 2-7.

Alhamdulillah mainan pancing ikan-ikanan sudah lengkap dan dapat dimainkan lagi. Pancingannya menggunakan mainan pancing magnet yang sudah lama. Kita juga dapat berkreasi membuat pancingan dari stick balon bekas, tali kasur, dan biji magnet bekas hiasan kulkas. Affan sangat senang bermain sendiri atau bersama-sama. Ternyata mainan lama yang sudah rusak atau kurang lengkap bagiannya bisa menjadi mainan baru yang lebih menyenangkan ya! Tidak perlu membeli mainan baru, lebih hemat, mudah, dan bermanfaat!

Nah, sebenarnya apa sih hubungan kegiatan ini dengan Kecerdasan Visual Spasial?

Berkreasi memperbaiki dan melengkapi mainan lama ini sangat cocok dalam mendukung Kecerdasan Visual Spasial.  Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan anak dalam mewujudkan ide dan imajinasinya dengan menciptakan berbagai bentuk tiga dimensi dan mengenal  berbagai macam warna. Orang tua dan anak dapat melakukannya bersama-sama kapan saja, seperti saat bermain di waktu senggang atau dijadikan agenda keluarga di akhir minggu. Tentunya rumah menjadi tempat yang paling nyaman untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan ini juga dapat dilakukan secara bertahap, misalnya pertama membuat ikan dari clay, selanjutnya melapisi lem di lain waktu, dan melukis ikan pada keesokan harinya. Hal ini disesuaikan dengan waktu atau kondisi.

Keterlibatan anak dalam kegiatan ini dapat mempererat ikatan keluarga. Biarkan anak berkreasi saat membentuk clay. Waktu itu saya mengarahkan Affan untuk membentuk clay menyerupai ikan. Setelah semua ikan selesai dibentuk Affan menjadi semakin tertarik dengan bentuk-bentuk lainnya, seperti ingin diajarkan membuat bentuk segitiga, kotak, lonjong, bintang, dan lain-lain. Affan juga tetap semangat, ceria, dan berkonsentrasi penuh melanjutkan kegiatan karena sahabat kesayangannya, susu Chil-Go, selalu menemaninya di mana saja kapan saja.

Kegiatan mengasyikkan lainnya berlanjut ketika melapisi ikan dengan lem dan kertas,  serta mengecat ikan dengan warna-warna kesukaannya. Dalam kegiatan ini anak belajar mengkoordinasikan mata dan tangannya saat menggunakan kuas untuk mengolesi lem dan melukis ikan. Kegiatan ini melatih kesabaran dan meningkatkan jiwa seni. Anak juga semakin terlatih dalam mengenal dan menyebutkan berbagai warna. Saat itu Affan memilih sendiri warna-warna untuk ikan yang akan dia lukis. Dia juga bersemangat ingin menempel sendiri manik-manik mata untuk ikan.

Apakah kegiatan ini hanya mendukung Kecerdasan Visual Spasial saja? Eiits.. tunggu dulu. Affan adalah anak yang sangat lincah. Sehingga seringkali ekspresi kebahagiaan dan surprise setelah berhasil membuat bentuk clay,  melukis dan lainnya dibarengi dengan lompat kegirangan, berlarian, atau mengangkat tangan ke atas sembari berteriak Yey!! Asik !! Happy!!  Bahkan setelah mainan selesai dibuat dan siap dimainkan, Affan sangat senang dan langsung bermain. Koordinasi mata dan tangan berjalan saat Affan harus memancing ikan yang berputar. Apabila ikan berhasil dipancing, dia sangat senang hingga melompat atau bertepuk tangan.  Kegiatan permainan dan gerakan expresi ini berhubungan dengan kemampuan motoriknya. Berarti kegiatan ini dapat mendukung Kecerdasan Spasial dan secara tidak langsung merangsang Kecerdasan Kinestetik.

Kegiatan ini juga dapat mengembangkan kemampuan anak dalam mengenali warna-warna dan berhitung. Banyak permainan yang dapat dilakukan seperti, menghitung jumlah ikan yang telah dipancing dan  menyebutkan warna-warna ikan. Orangtua bisa sekalian memperkenalkan bahasa lain, seperti bahasa inggris, untuk meningkatkan Kecerdasan Linguistik.

Inti dari semua kegiatan untuk anak adalah kebahagiaannya. Untuk itu, apabila anak sudah terlihat lelah, bosan, atau tidak ingin melanjutkan kegiatan, maka segera  hentikan. Kita dapat beristirahat bersama dan melanjutkan kembali di lain waktu. Nikmatilah prosesnya. Ada kepuasan tersendiri saat melihat anak bahagia, kecerdasan majemuknya meningkat, dan Ia mengucapkan,        “ Terimakasih Bunda.. Terimakasih Ayah..“ J

Bagaimana, tertarik mencobanya?

Bagikan ide kreatif mu ke teman-teman untuk memperbesar peluang Ayah atau Bunda terpilih menjadi pemenang.
Total Views :