Oleh : Rina Elina
Tanggal Upload : 30 Agustus 2016
Usia Si Kecil : 6 Tahun
Indahnya berbagi dan bermain dengan akur
Tipe Kecerdasan:
Kecerdasan interpersonal didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk bisa memahami orang lain, termasuk bagaimana perasaan mereka serta hal-hal apa yang memotivasi dan mengganggu mereka.

     Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki budi pekerti yang baik. Salah satunya dapat dicapai dengan cara mengasah kecerdasan interpersonalnya. Pembelajaran tersebut harus dimulai perlahan-lahan dan dilakukan sedini mungkin, agar anak terbiasa untuk selalu bersopan santun dan dapat menempatkan diri dimanapun berada. Beberapa upaya yang saya dan suami lakukan dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal anak kami, Afifah Aulia Az-Zahra (3 tahun 11 bulan), adalah :

1. Membacakan buku cerita
biasanya setelah selesai bercerita, saya sering bertanya kepadanya mengenai apa yang dirasakan oleh karakter dalam cerita tersebut dan mengapa demikian. Sehingga dapat membantunya belajar berempati terhadap orang lain / makhluk hidup lain. Biasanya saya memilihkan buku cerita yang banyak mengandung pesan moral mendidik.


2. Mendidik bagaimana bersikap kepada sesama, kepada orang yang lebih tua, maupun yang lebih muda
Saya mengajarinya sopan santun baik dalam bersikap maupun ucapannya. Misalnya bersalaman kepada orang yang lebih tua, akur bermain bersama teman-teman, menyayangi yang lebih muda, mengajar untuk berbagi, dan mengucapkan salam ketika memasuki rumah. Berhubung Afifah belum memiliki adik, ia sangat senang bermain bersama adik sepupunya, bahkan seringkali menyuapi adik sepupunya makanan. Pada suatu kesempatan berenang bersama adik sepupu dan teman-temannya, saya mengajarkan Afifah untuk berbagi kepada teman-temannya.Pada saat itu, Afifah berbagi susu UHT Morinaga Chil-Go kepada teman-temannya (kebetulan Afifah sudah biasa mengkonsumsinya sejak ia berusia 3 tahun, sejak beralih dari susu formula Morinaga Chil Kid). Dan jika kami menjumpai pengemis, atau bertemu badut di pinggir jalan, saya mengajarinya untuk memberi uang kepada mereka.


3. Mengajarinya untuk mengantri
Saya membiasakan Afifah untuk dapat ikut menunggu di dalam antrian. Misalkan ketika mengantri di kasir, di toilet umum, menaiki angkutan umum, dan lain-lain.


4. Berkenalan dengan orang baru
Saat ini Afifah belum bersekolah (hanya pernah mengikuti trial (percobaan) saja), sehingga hanya mengenal lingkungan keluarga, tetangga sekitar saja, dan beberapa saudara yang sudah dikenalnya. Sehingga untuk membantu mengajarinya bersosialisasi dengan orang lain yang baru dikenalnya, beberapa kali saya mengajaknya ke tempat saya bekerja. Kemudian membiarkan dia berkenalan dan berbincang-bincang dengan teman-teman kerja saya.


5. Bermain peran
Afifah sangat senang untuk bermain peran, misalkan bermain masak-masakan, pasar-pasaran, bermain dokter-dokteran, dan lain sebagainya.


6. Memberitahunya pengetahuan sederhana mengenai jenis kelamin
Saya memberitahunya tentang perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dari segi penampilan dan peran-perannya.


7. Menjenguk orang yang sedang sakit
Kami membiasakan Afifah untuk senang menjenguk orang sakit dan memberikan pengertian bahwa kegiatan tersebut dapat menghibur orang yang sakit agar lekas sembuh.


8. Memberitahu adanya perbedaan suku bangsa
Untuk mengetahui perbedaan ini, saya memberikan contoh yang mudah, misalkan di saat saya mengajarinya bahasa inggris, saya memberitahunya tentang orang bule, ketika menonton promo acara televisi, saya memberitahunya tentang orang Korea dan Cina yang memiliki mata sipit.

Demikian beberapa stimulasi yang saya berikan untuk dapat meningkatan kecerdasan interpersonal Afifah. Semoga dapat menginspirasi para bunda dan ayah yang lain.

Salam

Bagikan ide kreatif mu ke teman-teman untuk memperbesar peluang Ayah atau Bunda terpilih menjadi pemenang.
Total Views :