Oleh : Rina Elina
Tanggal Upload : 31 Agustus 2016
Usia Si Kecil : 6 Tahun
Aku bisa Mandiri
Tipe Kecerdasan:
Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk dapat memahami dan mengenali diri sendiri.

     Mengutip pernyataan Ahmad Suparno dalam nuruliazainii.blogspot.co.id bahwa kecerdasan intrapersonal sebagai kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri itu. Kemudian menurut Jasmine, bahwa orang dengan kecerdasan intrapersonal tinggi pada umumnya mandiri. Berbicara mengenai kemandirian pada anak kami, Afifah Aulia Azzahra yang saat ini berusia 3 tahun 11 bulan sudah terlihat sejak usia 1 tahun dengan meminta makan sendiri ketika akan saya suapin dengan mengatakan  “ mamam iri ” sambil mengulurkan tangannya dan meminta sendok yang sedang saya pegang. Mulai sejak itulah, kami terus mengupayakan stimulasi untuk meningkatkan kecerdasan intrapersonalnya dengan cara yang menyenangkan dan tepat agar hasil yang diperoleh menjadi maksimal. Berikut beberapa upaya kami dalam meningkatkan kecerdasan intrapersonal Afifah:


1.    Membiasakan Makan Sendiri
Sejak belum genap berusia 1 tahun, saya sudah membiasakannya untuk makan sendiri, mulai dari finger food, camilan, makan nasi dengan tangan maupun dengan sendok. Pada kesempatan kali ini saya menampilkan video Afifah ketika ia memakan nasi dengan lauk sayur bayam dan jagung manis pada usia 1 tahun 4 bulan. Pada saat itu Afifah sudah bisa belajar menyuapi saya, bundanya dan juga ingin menawari makan “mbek” (kambing) di samping rumah. Sehingga membuat saya gemas melihatnya.


2.    Bebas diaper/popok
Sejak usia 11 bulan, saya membiasakannya untuk hanya memakai diaper pada siang hari saat hari kerja, dan ketika malam hari serta sepanjang hari libur, saya membebaskannya dari diaper. Ketika tidur, kami mengantisipasinya dengam menggunakan sprei anti air jika sewaktu-waktu dia masih buang air kecil di kasur. Alhamdulillah ketika berusia sekitar 2 tahun, ia hanya memakainya ketika bepergian saja. Dan saat berusia 3 tahun, Afifah sudah bebas diaper sepenuhnya, dan jika ingin buang hajat kecil maupun besar, dia sudah terbiasa di toilet.


3.    Membiasakan Memakai Pakaian, Mukena, & kacamata Sendiri
Untuk melatih kemandiriannya, kami melatihnya untuk melakukan beberapa hal agar dilakukannya sendiri.


4.    Mengenalkan Warna, Buah-buahan, dan Binatang Kesayangan
Saya sering mengajaknya berbincang tentang berbagai hal yang paling disukainya. Biasanya Afifah sangat antusias dalam menjawabnya.


5.    Berbincang Mengenai Cita-cita Afifah
Saya pun sesekali pernah berbincang mengenai cita-citanya, sewaktu ia masih kecil, ia bercita-cita ingin menjadi dokter, namun pernah suatu waktu saya membacakan buku cerita anak mengenai cita-cita, dan cita-citanya kini berubah ingin menjadi pengacara.


6.    Bercengkrama Menjelang Tidur untuk Mengungkapkan Perasaannya
Ketika sebelum tidur, biasanya saya dan suami sering bertanya kepadanya tentang ceritanya di hari itu. Terlebih ketika kami sepulang bepergian, kami sering menanyakan tentang perasaannya.


7.    Membiasakan Cuci Tangan Sebelum Memegang Makanan (Higienis)
Kebersihan adalah hal utama yang sering kami tanamkan kepadanya sejak dini. Sehingga saat ini, ia terbiasa untuk selalu mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum makan, bersih-bersih sebelum tidur, dan mensikat giginya sendiri.


8.    Mengenakan Jilbab Menjelang Keluar Rumah
Sejak usia bulanan, saya sudah membiasakannya untuk mengenakan jilbab, sehingga saat ini Afifah selalu meminta jilbabnya sendiri ketika mau bepergian.


     Di samping stimulasi yang tepat untuk membentuk kecerdasannya, hal yang tidak kalah penting adalah pemberian nutrisi yang tepat pula bagi anak kami yang diharapkan dapat membentuk anak yang sehat dan cerdas. Untuk mendapatkan apa dan bagaimana pemberian nutrisi yang tepat dan syarat gizi bagi perkembangan kecerdasan Afifah, kami sering browsing di internet guna mendapatkan pendapat para pakar kesehatan dan konsultasi dengan dokter ketika ada kesempatan ke rumah sakit.


     Selain makanan utama, kami pun memberikan makanan dan/atau minuman pendamping yang sehat dan bergizi yang diperlukan sebagai tambahan asupan nutrisi bagi perkembangan otak Afifah. Zat gizi yang Afifah perlukan adalah Karbohidrat, Protein, Vitamin yang berperan dalam perkembangan motorik, pertumbuhan, dan kecerdasan serta menjaga kondisi tubuh anak agar tetap sehat diantaranya adalah iodium, kalsium, zinc, asam folat, zat besi, vitamin A, B, C, D, E, dan K, dan Mineral. Untuk makanan dan/atau minuman pendamping, kami sudah memberikan Afifah susu UHT Chil-Go sejak usia 3 tahun (sebelumnya mengkonsumsi rangkaian susu formula Morinaga) karena kombinasi dan jumlah nilai gizi yang terkandung dalam 1 botol Chil-Go cukup untuk memenuhi kebutuhan tambahan nilai gizinya.


     Ketika ditanya tentang rasa kesukaan chil*go, Afifah menjawab dengan mantapnya “Rasa Cokelat”. Saking menyukainya, Afifah bisa menghabiskan 5 sampai 6 botol chil*go! dalam sehari sehingga kami MAKIN JATUH CINTA SAMA CHIL*GO!

Bagikan ide kreatif mu ke teman-teman untuk memperbesar peluang Ayah atau Bunda terpilih menjadi pemenang.
Total Views :